<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Izzatin Kamala's Weblog</title>
	<atom:link href="http://izzatinkamala.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://izzatinkamala.wordpress.com</link>
	<description>Males adalah penyebab utama kegagalan. Mahkota kemanusiaan adalah rendah hati.</description>
	<lastBuildDate>Thu, 19 Jun 2008 16:37:11 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='izzatinkamala.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Izzatin Kamala's Weblog</title>
		<link>http://izzatinkamala.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://izzatinkamala.wordpress.com/osd.xml" title="Izzatin Kamala&#039;s Weblog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://izzatinkamala.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Pemanfaatan Lidah Buaya (Aloe Vera) sebagai Obat Kanker</title>
		<link>http://izzatinkamala.wordpress.com/2008/06/19/pemanfaatan-lidah-buaya-aloe-vera-sebagai-obat-kanker/</link>
		<comments>http://izzatinkamala.wordpress.com/2008/06/19/pemanfaatan-lidah-buaya-aloe-vera-sebagai-obat-kanker/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Jun 2008 15:52:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>izzatinkamala</dc:creator>
				<category><![CDATA[Materi]]></category>
		<category><![CDATA[aloe vera]]></category>
		<category><![CDATA[lidah buaya]]></category>
		<category><![CDATA[obat kanker]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://localhost/kamala/?p=8</guid>
		<description><![CDATA[Lidah buaya (Aloe vera) dikenal sebagai tanaman yang memiliki banyak khasiat. Tanaman ini tergolong ke dalam suku Liliaceae. Pemanfaatan lidah buaya semakin lama semakin berkembang. Dahulu lidah buaya dikenal sebagai obat penyubur rambut, penyembuh luka, perawatan kulit, bahan baku industri farmasi dan kosmetika, bahan makanan dan minuman kesehatan. Orang-orang kini banyak memanfaatkan lidah buaya untuk [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=izzatinkamala.wordpress.com&amp;blog=4010355&amp;post=9&amp;subd=izzatinkamala&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Lidah buaya (Aloe vera) dikenal sebagai tanaman yang memiliki banyak khasiat. Tanaman ini tergolong ke dalam suku Liliaceae. Pemanfaatan lidah buaya semakin lama semakin berkembang. Dahulu lidah buaya dikenal sebagai obat penyubur rambut, penyembuh luka, perawatan kulit, bahan baku industri farmasi dan kosmetika, bahan makanan dan minuman kesehatan. Orang-orang kini banyak memanfaatkan lidah buaya untuk pengobatan selain karena lidah buaya mudah didapat juga obat-obatan dengan bahan lidah buaya tidak menggunakan bahan pengawet kimia. <span id="more-9"></span></p>
<p>Penyakit kanker merupakan salah satu penyakit mematikan yang banyak menyerang manusia. Penyakit kanker bisa tumbuh dimana saja. Kanker adalah segolongan penyakit yang ditandai dengan pembelahan sel yang tidak terkendali dan kemampuan sel-sel tersebut untuk menyerang jaringan biologis lainnya, baik dengan pertumbuhan langsung di jaringan yang bersebelahan (invasi) atau dengan migrasi sel ke tempat yang jauh (metastasis). Pertumbuhan yang tidak terkendali tersebut disebabkan kerusakan DNA, menyebabkan mutasi di gen vital yang mengontrol pembelahan sel. Dengan memanfaatkan lidah buaya sebagai alternatif pengobatan penyakit kanker dalam kemasan sirup dapat mencegah penyebaran penyakit kanker. Penyakit kanker kebanyakan diderita oleh para perempuan. Suatu laporan dari data “ Cancer and Diet “ menunjukkan bahwa dalam suatu penyelidikan di Inggris pada wanita berusia di bawah 30 tahun yang mempunyai bibit kanker payudara yang telah diangkat, ditemukan bahwa 25 tahun kemudian 80 % dari mereka meninggal dunia. Kanker yang banyak diderita oleh perempuan adalah kanker payudara, dan disusul kemudian kanker paru-paru.</p>
<p>Di dalam lidah buaya terdapat banyak kandungan zat gizi yang diperlukan tubuh dengan lengkap,diantaranya yaitu vitamin A, B, B2, B3,B12, C, E, choline, inositol, dan asam folat. Selain vitamin dalam lidah buaya juga terdapat mineral makro dan mikro yaitu kalsium (Ca), magnesium (Mg), potassium (K), sodium (Na), besi (Fe), zinc (Zn), dan kromiun (Cr). Selain itu dalam lidah buaya juga terdapat berbagai macam enzim diantaranya amilse, ktalase, carboxypeptidase, bradykinase. Beberapa unsur vitamin dan mineral tersebut dapat berfungsi sebagai pembentuk antioksidan alami. Antioksidan ini yang berfungsi untuk mencegah datangnya berbagai penyakit. Unsur-unsur yang ditemukan pada daun lidah buaya menunjukan adanya hubungan yang saling sinergis dalam mempertahankan antioksidan dalam tubuh. Sebagai alternatif menyembuhkan penyakit kanker Lidah Buaya berfungsi menstimulasi kekebalan tubuh terhadap serangan penyakit kanker, serta dapat digunakan sebagai nutrisi pencegahan penyakit kanker, sehingga dapat menghambat penyebaran penyakit kanker secara alami.</p>
<p>Berdasarkan hal tersebut maka pada penelitian ini akan dilakukan pembuatan sirup lidah buaya dengan tujuan sebagai alternatif pencegahan kanker. Selain itu, untuk mengetahui seberapa besar aktivitas oksidan yang yang terdapat dalam sirup lidah buaya. Dengan adanya permasalahan ini solusi yang tepat adalah dengan pemanfaatan lidah buaya dalam kemasan sirup untuk mencegah penyakit kanker.</p>
<p>Baca naskah asli : <a href='http://izzatinkamala.files.wordpress.com/2008/06/pemanfaatan-lidah-buaya.doc'>Pemanfaatan Lidah Buaya</a></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/izzatinkamala.wordpress.com/9/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/izzatinkamala.wordpress.com/9/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/izzatinkamala.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/izzatinkamala.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/izzatinkamala.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/izzatinkamala.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/izzatinkamala.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/izzatinkamala.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/izzatinkamala.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/izzatinkamala.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/izzatinkamala.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/izzatinkamala.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/izzatinkamala.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/izzatinkamala.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/izzatinkamala.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/izzatinkamala.wordpress.com/9/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=izzatinkamala.wordpress.com&amp;blog=4010355&amp;post=9&amp;subd=izzatinkamala&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://izzatinkamala.wordpress.com/2008/06/19/pemanfaatan-lidah-buaya-aloe-vera-sebagai-obat-kanker/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">izzatinkamala</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pemanis</title>
		<link>http://izzatinkamala.wordpress.com/2008/06/19/pemanis/</link>
		<comments>http://izzatinkamala.wordpress.com/2008/06/19/pemanis/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Jun 2008 15:48:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>izzatinkamala</dc:creator>
				<category><![CDATA[Materi]]></category>
		<category><![CDATA[pemanis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://localhost/kamala/?p=7</guid>
		<description><![CDATA[Pemanis merupakan senyawa kimia yang sering ditambahkan dan digunakan untuk keperluan produk olahan pangan, industri serta minuman dan makanan kesehatan. Menurut peraturan Menteri Kesehatan (Menkes) RI Nomor 235, pemanis termasuk ke dalam bahan tambahan kimia, selain zat lain seperti antioksidan, pemutih, pengawet, pewarna, dan lain-lain. Pemanis alternatif umum digunakan sebagai pengganti gula jenis sukrosa, glukosa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=izzatinkamala.wordpress.com&amp;blog=4010355&amp;post=8&amp;subd=izzatinkamala&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pemanis merupakan senyawa kimia yang sering ditambahkan dan digunakan untuk keperluan produk olahan pangan, industri serta minuman dan makanan kesehatan. Menurut peraturan Menteri Kesehatan (Menkes) RI Nomor 235, pemanis termasuk ke dalam bahan tambahan kimia, selain zat lain seperti antioksidan, pemutih, pengawet, pewarna, dan lain-lain. <span id="more-8"></span></p>
<p>Pemanis alternatif umum digunakan sebagai pengganti gula jenis sukrosa, glukosa atau fruktosa.Ketiga jenis gula tersebut merupakan pemanis utama yang sering digunakan dalam berbagai industri. Pemanis berfungsi untuk meningkatkan cita rasa dan aroma, memperbaiki sifat-sifat fisik, sebagai pengawet, memperbaiki sifat-sifat kimia sekaligus merupakan sumber kalori bagi tubuh</p>
<p>Berdasarkan proses produksi dikenal suatu jenis pemanis yaitu sintetis dan natural. Sedangkan berdasarkan fungsinya dibagi dalam dua kategori yaitu bersifat nutritif dan non-nutritif. Pemanis sintetis dihasilkan melalui proses kimia. Contoh dari pemanis ini antara lain taumatin, alimat, siklamat, aspartam, dan sakarin. Pemanis natural dihasilkan dari proses ekstraksi atau isolasi dari tanaman dan buah atau melalui enzimatis, contohnya sukrosa, glukosa, fruktosa, sorbitol, mantitol, dan isomalt.</p>
<p>Pemanis nutritif adalah pemanis yang dapat menghasilkan kalori atau energi sebesar 4 kalori/gram. Sedangkan pemanis non-nutritif adalah pemanis yang digunakan untuk meningkatkan kenikmatan cita rasa produk-produk tertentu, tetapi hanya menghasilkan sedikit energi atau sama sekali tidak ada. Pemanis jenis ini banyak membantu dalam manajemen mengatasi kelebihan berat badan, control glukosa darah,dan kesehatan gigi.</p>
<p>Seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi produksi bahan kimia dan teknologi pengolahan pangan atau produk farmasi dan kesehatan, bahan pemanis alternatif natural mulai banyak digunakan. Hal ini juga ditunjang oleh tren back to nature dan adanya kesadaran konsumen untuk menggunakan produk yang aman dan bergizi. Penggunaan pemanis natural juga dipacu oleh adanya data-data penelitian yang menunjukkan efek samping dalam penggunaan pemanis sintetis,yaitu bersifat karsinogenik.</p>
<p>Tujuan digunakan bahan pemanis alternatif antara lain untuk: mengembangkan jenis minuman dan makanan dengan jumlah kalori terkontrol, mengontrol program pemeliharaan dan penurunan berat badan, mengurangi kerusakan gigi, dan sebagai bahan substitusi pemanis utama. Selain itu, pemanis alternatif dengan nilai kalori rendah sangat dibutuhkan untuk penderita diabetes atau gula tinggi sebagai bahan substitusi gula reduksi lainnya.Tren saat ini menunjukkan adanya penggunaan kombinasi dua jenis pemanis untuk produk tertentu.</p>
<p>Kombinasi ternyata menyebabkan sinergi pada tingkat kemanisan, sehingga menguntungkan karena akan mengurangi pemakaian jumlah pemanis dan meningkatkan cita rasa produk. Pemilihan penggunaan bahan pemanis alternatif yang baik biasanya didasarkan pada sifat-sifatnya yang menyerupai sukrosa, yaitu tingkat kemanisan mendekati sukrosa, tidak berwarna, tidak berbau, mempunyai cita rasa yang menyenangkan, aman dikonsumsi, mudah larut.</p>
<p>Baca naskah asli : <a href='http://izzatinkamala.files.wordpress.com/2008/06/pemanis.doc'>Pemanis</a></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/izzatinkamala.wordpress.com/8/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/izzatinkamala.wordpress.com/8/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/izzatinkamala.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/izzatinkamala.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/izzatinkamala.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/izzatinkamala.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/izzatinkamala.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/izzatinkamala.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/izzatinkamala.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/izzatinkamala.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/izzatinkamala.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/izzatinkamala.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/izzatinkamala.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/izzatinkamala.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/izzatinkamala.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/izzatinkamala.wordpress.com/8/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=izzatinkamala.wordpress.com&amp;blog=4010355&amp;post=8&amp;subd=izzatinkamala&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://izzatinkamala.wordpress.com/2008/06/19/pemanis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">izzatinkamala</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Upaya Memperbaiki Kualitas Mengajar yang Mendidik</title>
		<link>http://izzatinkamala.wordpress.com/2008/06/19/upaya-memperbaiki-kualitas-mengajar-yang-mendidik/</link>
		<comments>http://izzatinkamala.wordpress.com/2008/06/19/upaya-memperbaiki-kualitas-mengajar-yang-mendidik/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Jun 2008 15:45:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>izzatinkamala</dc:creator>
				<category><![CDATA[Materi]]></category>
		<category><![CDATA[ipa]]></category>
		<category><![CDATA[kualitas]]></category>
		<category><![CDATA[mendidik]]></category>
		<category><![CDATA[mengajar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://localhost/kamala/?p=6</guid>
		<description><![CDATA[Pendidikan merupakan aspek terpenting untuk dimiliki oleh setiap umat manusia. Karena dengan pendidikan dapat menciptakan perubahan sikap yang baik pada diri seseorang. Pendidikan mempunyai dua proses utama yaitu mengajar dan diajar. Mengajar ditingkat pendidikan formal biasanya dilakukan oleh seorang guru. Guru dalam proses belajar mengajar mempunyai tiga peranan yaitu sebagai pengajar, pembimbing dan administrator kelas. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=izzatinkamala.wordpress.com&amp;blog=4010355&amp;post=7&amp;subd=izzatinkamala&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pendidikan merupakan aspek terpenting untuk dimiliki oleh setiap umat manusia. Karena dengan pendidikan dapat menciptakan perubahan sikap yang baik pada diri seseorang. Pendidikan mempunyai dua proses utama yaitu mengajar dan diajar. Mengajar ditingkat pendidikan formal biasanya dilakukan oleh seorang guru. Guru dalam proses belajar mengajar mempunyai tiga peranan yaitu sebagai pengajar, pembimbing dan administrator kelas. <span id="more-7"></span></p>
<p>Guru sebagai pengajar berperan dalam merencanakan dan melaksanakan pembelajaran. Oleh sebab itu guru dituntut untuk menguasai seperangkat pengetahuan dan keterampilan mengajar. Guru sebagai pembimbing diharapkan dapat memberikan bantuan kepada siswa dalam memecahkan masalah yang dihadapi. Peranan ini termasuk ke dalam aspek pendidik sebab tidak hanya menyampaikan ilmu pengetahuan, melainkan juga mendidik untuk mengalihkan nilai-nilai kehidupan. Hal tersebut menjelaskan bahwa tujuan pendidikan adalah sikap yang mengubah tingkah laku peserta menjadi lebih baik. Guru sebagai administrator kelas berperan dalam pengelolaan proses belajar mengajar di kelas.</p>
<p>Guru merupakan komponen penting dalam upaya peningkatan mutu pendidikan nasional. Guru yang berkualitas, profesional dan berpengetahuan, tidak hanya berprofesi sebagai pengajar, namun juga mendidik, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi peserta didik. Berdasarkan Standar Nasional Kependidikan, guru harus memiliki empat kompetensi dasar yaitu kompetensi pedagogis, kompetensi sosial, kompetensi kepribadian, dan kompetensi profesional. Namun, kompetensi-kompetensi yang dimiliki guru saat ini masih terbatas, sehingga diperlukan suatu upaya untuk mengoptimalkan kompetensi-kompetensi tersebut. Kompetensi-kompetensi yang akan dibahas dalam makalah ini terbatas pada kompetensi-kompetensi kepribadian dan kompetensi profesional. Kompetensi kepribadian adalah karakteristik pribadi yang harus dimiliki guru sebagai individu yang mantap, stabil, dewasa, arif, berwibawa dan menjadi teladan bagi peserta didik. Kompetensi profesional adalah kemampuan guru dalam penguasaan materi pembelajaran secara luas dan mendalam yang memungkinkan mereka membimbing peserta didik dalam menguasai materi yang diajarkan.</p>
<p>Guru yang bermutu dan profesional menjadi tuntutan masyarakat seiring dengan tuntutan persyaratan kerja yang semakin ketat mengikuti kemajuan era globalisasi. Untuk membentuk guru yang profesional sangat tergantung pada banyak hal yaitu guru itu sendiri, pemerintah, masyarakat dan orang tua. Berdasarkan kenyataan yang ada, pemerintah telah mengupayakan berbagai hal, diantaranya sertifikasi guru. Dengan adanya program sertifikasi tersebut, kualitas mengajar guru akan lebih baik.</p>
<p>Program sertifikasi tersebut juga dapat diterapkan untuk guru-guru IPA agar dapat memiliki standar kompetensi yang telah diterangkan di atas. Guru IPA diharapkan mampu memahami dan menguasai materi ajar yang ada dalam kurikulum, memahami struktur, konsep dan metode keilmuan yang koheren dengan materi ajar, memahami hubungan konsep antar mata pelajaran yang terkait dan menginternalisasikan nilai-nilai IPA dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu melalui sertifikasi guru IPA diharapkan mampu menguasai langkah-langkah penelitian dan kajian kritis untuk memperdalam pengetahuan dan materi bidang studi IPA.</p>
<p>Oleh karena itu, kami mengangkat sebuah judul “Upaya Memperbaiki Kualitas Mengajar yang Mendidik Guru IPA dengan Memaksimalkan Terpenuhinya Kompetensi Kepribadian dan Profesional Guru”.</p>
<p>Baca Naskah Asli : <a href='http://izzatinkamala.files.wordpress.com/2008/06/upaya-memperbaiki-kualitas-mengajar.doc'>Upaya Memperbaiki Kualitas Mengajar</a></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/izzatinkamala.wordpress.com/7/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/izzatinkamala.wordpress.com/7/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/izzatinkamala.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/izzatinkamala.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/izzatinkamala.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/izzatinkamala.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/izzatinkamala.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/izzatinkamala.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/izzatinkamala.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/izzatinkamala.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/izzatinkamala.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/izzatinkamala.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/izzatinkamala.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/izzatinkamala.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/izzatinkamala.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/izzatinkamala.wordpress.com/7/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=izzatinkamala.wordpress.com&amp;blog=4010355&amp;post=7&amp;subd=izzatinkamala&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://izzatinkamala.wordpress.com/2008/06/19/upaya-memperbaiki-kualitas-mengajar-yang-mendidik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">izzatinkamala</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Perkembangan Pendidikan IPA</title>
		<link>http://izzatinkamala.wordpress.com/2008/06/19/perkembangan-pendidikan-ipa/</link>
		<comments>http://izzatinkamala.wordpress.com/2008/06/19/perkembangan-pendidikan-ipa/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Jun 2008 15:41:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>izzatinkamala</dc:creator>
				<category><![CDATA[Materi]]></category>
		<category><![CDATA[ipa]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[perkembangan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://localhost/kamala/?p=5</guid>
		<description><![CDATA[Pemberian pendidikan IPA di sekolah menengah bertujuan agar siswa paham dan menguasai konsep alam. pembelajaran ini juga bertujuan agar siswa dapat menggunakan metode ilmiah untuk menyelesaikan persoalan alam tersebut. Pendidikan IPA atau IPA itu sendiri memiliki peran penting dalam meningkatkan mutu pendidikan terutama dalam menghasilkan peserta didik yang berkualitas yang mepunyai pemikiran kritis dan ilmiah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=izzatinkamala.wordpress.com&amp;blog=4010355&amp;post=6&amp;subd=izzatinkamala&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pemberian pendidikan IPA di sekolah menengah bertujuan agar siswa paham dan menguasai konsep alam. pembelajaran ini juga bertujuan agar siswa dapat menggunakan metode ilmiah untuk menyelesaikan persoalan alam tersebut.</p>
<p>Pendidikan IPA atau IPA itu sendiri memiliki peran penting dalam meningkatkan mutu pendidikan terutama dalam menghasilkan peserta didik yang berkualitas yang mepunyai pemikiran kritis dan ilmiah dalam menanggapi isu di masyarakat. Perkembangan IPA ini dapat menyesuaikan dengan era teknologi informasi yang saat ini tengah hangat di bicarakan dalam dunia pendidikan. <span id="more-6"></span></p>
<p>Menyadari hal ini maka pendidikan IPA perlu mendapat perhatian, sehingga dapat dilakukan suatu usaha yang di sebut modernisasi. Modernisasi sendiri merupakan proses pergeseran sikap, cara berpikir dan bertindak sesuai dengan tuntunan zaman. Dengan demikian modernisasi pendidikan IPA memiliki upaya untuk mengubah system menjadi lebih modern dan akan terus berjalan dinamis.</p>
<p>Modernisasi dalam pendidikan IPA meliputi dua hal yaitu materi IPA dan matematika, serta system penyampaian. Modernisasi pendidikan IPA telah berkembang di Negara-negara maju seperti Amerika, namun untuk Indonesia sendiri belum nampak perkembangannya</p>
<p>Modernisasi yang dilakukan di Indonesia terkait dengan adanya perubahan kurikulum yang dominant terlihat pada kurikulum 1975, kurikulum ini berpengaruh pada kurikulum 1984 dan 1994. selanjutnya berubah menjadi Kurikulum 2004 yang biasa dikenal dengan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) sampai akhirnya sekarang telah disempurnakan menjadi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP).</p>
<p>1. Perkembangan Kurikulum</p>
<p>Kurikulum sendiri memiliki pengertian sebagaimana dalam UU SPN No 20 Tahun 2003 pada bab I pasal I (Muhammad. Joko,2007:82) yaitu seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.Kurikulum dimulai sejak adanya kurikulum 1975 yang berpengaruh pada kurikulum 1984 dan 1994.</p>
<p>a. Kurikulum 1975</p>
<p>Pendidikan di Indonesia sudah dimulai sejak proklamasi kemerdekaan atau tepatnya tanggal 17 agusyus 1945. sejak saat itu telah terjadi beberapa kali pembaharuan kurikulum mulai dari yingkat sekolah dasar hingga menengah. Pembaharuan kurikulm tersebut dilakukan untukmembuat pendidikan di Indonesia menjadi lebih baik, menurut Jasin (1987), sudah dilakukan lima kali pembaharuan kurikulum. Pembaharuan tersebut adalah:</p>
<p>- Pembaharuan pertamakali dilakukan pada tahun 1947. Pembaharuan tersebut dilakukan untuk mengganti seluruh sistem pendidikan kolonial Belanda yang sebelumnya telah dicanangkan di Indonesia. Pembaharuan ini sangat didukung dengan masih adanya semangat revolusi nasional dan semangat proklamasi kemerdekaan yang masih menyala-nyala. Pembaharuan yang pertama atau disebut dengan rencanapelajaran 1947 ini menekankan pada pembentukan karakter manusia.</p>
<p>- Pembaharuan yang kedua terjadi dengan keluarnya rencana pendidikan 1964. Pembaharuan kurikulum ini didasarkan pada usaha untuk mengejar ketertinggalan pendidikan di Indonesia di bidang ilmu alam (science) dan matematika.</p>
<p>- Pembaharuan yang ketiga terjadi karena dikeluarkannya kurikulum 1968. Pembaharuan ini terjadi bersamaan dengan beralihnya sistem pemerintahan dari orde lama ke orde baru. Keadaan tersebut menuntut adanya pembaharuan dalam segala aspek kehidupan yang salah satunya adalah pendidikan.</p>
<p>- Pembaharuan yang keempat terjadi seiring dengan diterbitkannya kurikulum 1975/1976/1977. Kurikulum ini ditandai dengan adanya usha yang sistematis dalam penyusunan kurikulum tersebut. Bahan-bahan yang bersifat empiris dijadikan dasar dalam penyusunan kurikulum ini.</p>
<p>b. Kurikulum 1984</p>
<p>Kurikulum ini manggantikan kurikulum 1975 yang didasarkan pada surat keputusan menteri pendidikan dan kebudayaan nomor 0461/U/1983 tentang perbaikan kurikulum pendidikan dasar dan menengah. Kurikulum ini sudah disesuaikan dengan kebutuhan kerja industri pada masa itu.</p>
<p>c. Kurikulum 1994</p>
<p>Kurikulum 1994 berisi tentang kewenangan pengembangan yang seluruhnya beada ditanagn pusat dan daerah sehingga sekolah tidak begitu terlibat, kemudian tidak terjadi penataan materi, jam pelajaran serta struktur program siswa hanya dianggap sebagai siswa yang harus menerima semua materi dan tanpa mem[praktekannya. Pembelajaran hanya dilakukan di dalam kelas dan ketrampilan hanya dikembangkan melalui latihan soal. Mulyasa (Muhammad Joko,2007:102-104).</p>
<p>Dari uraian di atas erlihat bahwa kurikulum ini tidak atau kurang mengena pada siswa untuk pendidikan IPA, mengingat bahwa pendidikan IPA tidak sekedar mengajarkan konsep namun membutuhkan proses ketrampilan. Sebagai contoh meneliti, mengalami danmembuat rancangan prosedur sehingga kurikulum ini dirasa kurang baik dan akhirnya terjadi perubahan kurikulum yang disebut KBK.</p>
<p>d. Kurikulum 2004 (KBK)</p>
<p>KBK tidak ditetapka dalam UU atau Peraturan Pemerintah. Alasan dirubahnya kurikulum 1994 menjadi KBK karena mutu pendidikan di Indonesia yang kurang baik dan banyak siswa yang tidak menerapkan ilmu pengetahuan yang mereka dapatkan, selain itu mereka dituntut untuk menghapal materi tanpa memahaminya sehingga apa yang telah di ujikan maka materi itu akan dengan mudah lupa.</p>
<p>Oleh karena itu dengan dirubahnya kurikulum 1994 menjadi KBK diharapkan dapat menekankan kurikulum pada kompetensi yang harus dimiliki dan dikuasai siswa dalam menyelesaikan pembelajaran. Menurut Paul (2007:43) kompetensi merupakan “kemampuan yang dapat berupa keterampilan, nilai hidup siswa yang mempengaruhi cara mereka berpikir dan bertindak”.</p>
<p>Secara umum KBK memiliki enam karakteristik menurut Muhammad joko (2007:102) yaitu: “(1) system belajar dengan modul,(2) menggunakan keseluruhan sumber belajar, (3) pengalaman lapangan, (4) strategi individual personal, (5) kemudahan belajar dan (6) belajar tuntas”.</p>
<p>Dalam kurikulum KBK ini sekolah dimberi keleluasaan dalam menyusun dan mengembangkan silabus mata pelajaran sehingga dapat mengakomodasi potensi sekolah, kebutuhan dan kemampuan peserta didik serta kebutuhan masyarakat sekitar sekolah. Di samping itu kurikulum ini juga menuntut siswa untuk aktif dan diharapkan lulusan dari tingkat SMP siswa dapat berpikir logis, kritis dan inovatif serta dapat memecahkan masalah sesuai metode ilmiah.</p>
<p>e. Kurikulum 2006 (KTSP)</p>
<p>KTSP (kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) merupakan kurikulum yang di sempurnakan dari kurikulum 2004 (KBK). Kurikulum ini disusun oleh masing-masing satuan pendidikan atau sekolah. Prinsipnya hamper sama dengan KBK. KTSP diberlakukan mulai tahun 2006/2007. Dalam kurikulum ini pemerintah hanya sebagai pengembang kompetensi sebagai standar isi dan kelulusan. Selanjutnya sekolah bebas menyusun kurikulum sesuai dengan keadaan sekolah dan siswa didik.</p>
<p>KTSP disusun dalam rangka memenuhi amanat yang tertuang dalam UU republic Indonesia No 20 Tahun 2003 tentang system pendidikan nasional dan permen No 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (SNP). Dalam KTSP pendekatan balajar berbasis kompetensi dan terjadi penataan materi, jam belajar dan struktur program. (Muhammad Joko, 2007:102).</p>
<p>Perubahan urikulum harus beranjak pada kompetensi yang berdasar pada kebutuhan dimasyarakat. Harapannya dengan kurikulum terakhir yang lebih dikenal dengan KTSP lebih mudah diterapkan karena guru diberi kebebasan untuk mengembangkan kompetensi siswa. Keberhasilan pendidikan akan tergantung pada sekolah dan guru yang menerapkan kurikulum tersebut. Harapannya dapat meningkatkankualitas SDM.</p>
<p>2. Kurikulum IPA di Indonesia</p>
<p>Melihat dari kurikulum di atas maka kurikulum Pendidikan IPA di SMP telah dirancang sebagai pembelajaran yang berdimensi kompetensi karena IPA sangat penting sebagai Ilmu Pengetahuan dan untuk mengembangkan teknologi.</p>
<p>Kurikulum sebelum KTSP IPA di SMP diajarkan dengan memisahkan mata pelajaranm kedalam tiga aspek yaitu Fisika, Biologi dan Kimia. Dalam hal ini ketiga mata pelajaran ini hanya mencakup pada aspek IPA tanpa teknologi dan masyarakat. Padahal tujuan dari pembelajaran IPA buakn hanya pada konsep tetapi ketrampilan proses agar dapat berpikir ilmiah, rasional dan kritis.</p>
<p>Sesuai dengan adanya isi materi yang kurang mengena pada teknologi maka ketiga aspek tersebut dirangkum dalam satu mata pelajaran yaitu pendidikan IPA terpadu yang saat ini telah diterapkan dalam kurikulum KTSP.</p>
<p>Baca Naskah Asli : <a href='http://izzatinkamala.files.wordpress.com/2008/06/pengertian-dan-perkembangan-ipa.doc'>Pengertian dan Perkembangan Pendidkan IPA</a></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/izzatinkamala.wordpress.com/6/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/izzatinkamala.wordpress.com/6/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/izzatinkamala.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/izzatinkamala.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/izzatinkamala.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/izzatinkamala.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/izzatinkamala.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/izzatinkamala.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/izzatinkamala.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/izzatinkamala.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/izzatinkamala.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/izzatinkamala.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/izzatinkamala.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/izzatinkamala.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/izzatinkamala.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/izzatinkamala.wordpress.com/6/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=izzatinkamala.wordpress.com&amp;blog=4010355&amp;post=6&amp;subd=izzatinkamala&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://izzatinkamala.wordpress.com/2008/06/19/perkembangan-pendidikan-ipa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">izzatinkamala</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pengertian Pendidikan IPA</title>
		<link>http://izzatinkamala.wordpress.com/2008/06/19/pengertian-pendidikan-ipa/</link>
		<comments>http://izzatinkamala.wordpress.com/2008/06/19/pengertian-pendidikan-ipa/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Jun 2008 15:36:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>izzatinkamala</dc:creator>
				<category><![CDATA[Materi]]></category>
		<category><![CDATA[ipa]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[pengertian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://localhost/kamala/?p=4</guid>
		<description><![CDATA[Pendidikan IPA merupakan disiplin ilmu yang didalamnya terkait dengan ilmu pendidikan dan IPA itu sendiri. Sebelum mengetahui lebih jelas mengenai pendidikan IPA serta ruang lingkupnya, IPA memiliki dua pengertian yaitu dari segi pendidikan dan IPA itu sendiri. 1. Pengertian Pendidikan Pendidikan menurut Siswoyo (2007: 21) merupakan “proses sepanjang hayat dan perwujudan pembentukan diri secara utuh [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=izzatinkamala.wordpress.com&amp;blog=4010355&amp;post=5&amp;subd=izzatinkamala&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pendidikan IPA merupakan disiplin ilmu yang didalamnya terkait dengan ilmu pendidikan dan IPA itu sendiri. Sebelum mengetahui lebih jelas mengenai pendidikan IPA serta ruang lingkupnya, IPA memiliki dua pengertian yaitu dari segi pendidikan dan IPA itu sendiri.<span id="more-5"></span></p>
<p>1. Pengertian Pendidikan</p>
<p>Pendidikan menurut Siswoyo (2007: 21) merupakan “proses sepanjang hayat dan perwujudan pembentukan diri secara utuh dalam arti pengembangan segenap potensi dalam rangka pemenuhan dan cara komitmen manusia sebagai makhluk individu dan makhluk social, serta sebagai makhluk Tuhan”.</p>
<p>Sugiharto (2007: 3) menyatakan bahwa “pendidikan merupakan suatu usaha yang dilakukan secara sadar dan sengaja untuk mengubah tingkah laku manusia baik secara individu maupun kelompok untuk mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan latihan”.</p>
<p>Dari definisi di atas dapat disimpulkan bahwa pendidikan adalah suatu proses sadar dan terencana dari setiap individu maupun kelompok untuk membentuk pribadi yang baik dan mengembangkan potensi yang ada dalam upaya mewujudkan cita-cita dan tujuan yang diharapkan.</p>
<p>Dari definisi di atas dapat dikatakan bahwapendidikan tidak hanya menitik beratkan pada pengembangan pola piker saja, namun juga untuk mengembangkan semua potensi yang ada pada diri seseorang. Jadi pendidikan menyangkut semua aspek pada kepribadian seseorang untuk membuat seseorang tersebut menjadi lebih baik.</p>
<p>2. Pengertian IPA</p>
<p>IPA sendiri berasal dari kata sains yang berarti alam. Sains menurut Suyoso (1998:23) merupakan “pengetahuan hasil kegiatan manusia yang bersifat aktif dan dinamis tiada henti-hentinya serta diperoleh melalui metode tertentu yaitu teratur, sistematis, berobjek, bermetode dan berlaku secara universal”.</p>
<p>Menurut Abdullah (1998:18), IPA merupakan “pengetahuan teoritis yang diperoleh atau disusun dengan cara yang khas atau khusus, yaitu dengan melakukan observasi, eksperimentasi, penyimpulan, penyusunan teori, eksperimentasi, observasi dan demikian seterusnya kait mengkait antara cara yang satu dengan cara yang lain”.</p>
<p>Dari pendapat di atas maka dapat disimpulkan bahwa IPA merupakan pengetahuan dari hasil kegiatan manusia yang diperoleh dengan menggunakan langkah-langkah ilmiah yang berupa metode ilmiah dan dididapatkan dari hasil eksperimen atau observasi yang bersifat umum sehingga akan terus di sempurnakan.</p>
<div><span>Dalam pembelajaran IPA mencakup semua materi yang terkait dengan objek alam serta persoalannya. Ruang lingkup IPA yaitu makhluk hidup, energi dan perubahannya, bumi dan alam semesta serta proses materi dan sifatnya. IPA terdiri dari tiga aspek yaitu Fisika, Biologi dan Kimia. Pada apek Fisika IPA lebih memfokuskan pada benda-benda tak hidup. Pada sapek Biologi IPA mengkaji pada persoalan yang terkait dengan makhluk hidup serta lingfkungannya. Sedangkan pada aspek Kimia IPA mempelajari gejala-gejala kimia baik yang ada pada makhluk hidup maupun benda tak hidup yang ada di alam.</span></div>
<div><span>Dari uraian di atas mengenai pengertian pendidikan dan IPA maka pendidikan IPA merupakan penerapan dalam pendidikan dan IPA untuk tujuan pembelajaran termasuk pembelajaran di SMP.</span></div>
<p><span>Pendidikan IPA menurut Tohari (1978:3) merupakan “usaha untuk menggunakan tingkah laku siswa hingga siswa memahami proses-proses IPA, memiliki nilai-nilai dan sikap yang baik terhadap IPA serta menguasi materi IPA berupa fakta, konsep, prinsip, hokum dan teori IPA”.</p>
<p>Pendidikan IPA menurut Sumaji (1998:46) merupakan “suatu ilmu pegetahuan social yang merupakan disiplin ilmu bukan bersifat teoritis melainkan gabungan (kombinasi) antara disiplin ilmu yang bersifat produktif”.</p>
<p>Dari kedua pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa pendidikan IPA merupakan suatu usha yang dilakukan secara sadar untuk mengungkap gejala-gejala alam dengan menerapkan langkah-langkah ilmiah serta untuk membentuk kepribadian atau tingkah laku siswa sehingga siswa dapat memahami proses IPA dan dapat dikembangkan di masyarakat.</p>
<p>Pendidika IPA menjadi suatu bidang ilmu yang memiliki tujuan agar setiap siswa terutama yang ada di SMP memiliki kepribadian yang baik dan dapat menerapkan sikap ilmiah serta dapat mengembangkan potensi yang ada di alam untuk dijadikan sebagai sumber ilmu dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.</p>
<p>Dengan demikian pendidikan IPA bukan hanya sekedar teori akan tetapi dalam setiap bentuk pengajarannya lebih ditekankan pada bukti dan kegunaan ilmu tersebut. Bukan berarti teori-teori terdahulu tidak digunakan, ilmu tersebut akan terus digunakan sampai menemukan ilmu dan teori baru. Teori lama digunakan sebagai pembuktian dan penyempurnaan ilmu-ilmu alam yang baru. Hanya saja teori tersebut bukan untuk dihapal namun di terapkan sebagai tujuan proses pembelajaran. Melihat hal tersebut di atas nampaknya pendidikan IPA saat ini belum dapat menerapkannya.</p>
<p>Perlu adanya usaha yang dilakukan agar pendidikan IPA yang ada sekarang ini dapat dilaksanakan sesuai dengan tujuan awal yang akan dicapai, karena kita tahu bahwa pendidikan IPA tidak hanya pada teori-teori yang ada namun juga menyangkut pada kepribadian dan sikap ilmiah dari peserta didik. Untuk itu maka kepribadian dan sikap ilmiah perlu ditumbuhkan agar menjadi manusia yang sesuai dari tujuan pendidikan.</p>
<p>Baca Naskah Asli : <a href='http://izzatinkamala.files.wordpress.com/2008/06/pengertian-dan-perkembangan-ipa.doc'>Pengertian dan Perkembangan Pendidkan IPA</a></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/izzatinkamala.wordpress.com/5/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/izzatinkamala.wordpress.com/5/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/izzatinkamala.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/izzatinkamala.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/izzatinkamala.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/izzatinkamala.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/izzatinkamala.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/izzatinkamala.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/izzatinkamala.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/izzatinkamala.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/izzatinkamala.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/izzatinkamala.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/izzatinkamala.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/izzatinkamala.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/izzatinkamala.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/izzatinkamala.wordpress.com/5/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=izzatinkamala.wordpress.com&amp;blog=4010355&amp;post=5&amp;subd=izzatinkamala&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://izzatinkamala.wordpress.com/2008/06/19/pengertian-pendidikan-ipa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">izzatinkamala</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
